Yakss kembali lagi dengan kisah hidup seorang sidik yang aneh tapi nyata... Kali ini
seorang sidik tinggal di bumiayu,jujur aku sangat senang menceritakan bagian
ini.... Simak ceritanya ya...
Setelah
beberapa lama aku beradaptasi ternyata hidup di desa dengan orang-orang yang
mandiri tanpa dampingan orang tua cukup sulit. Namun kuakui aku banyak
mendapatkan pengalaman dan ilmu-ilmu keagamaan disini. Disinilah aku belajar
hidup mandiri,dari mulai mencari uang jajan sendiri dengan menjual
tanaman-tanaman hasil panen kebun neneku seperti
kangkung,genjer,pepaya,kelapa,dll hanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan
keinginan-keinginan kecilku. Hidupku disana tidak berjalan mulus,dari yang
namanya berantem bahkan sampe digebukin bareng-bareng oleh teman sudah menjadi
makanan sehari-hari karena ulahku sendiri yang memang dasarnya anak manja.
Aku pun mulai mengikuti gaya hidup anak-anak disana baik yang positif bahkan yang negatifnya,untuk yang positifnya dari yang mulanya membeli mainan disana aku mampu membuat mainan bahkan untuk dijual dan menjadi butir-butir kehidupan bagiku walau ya sering kali bagian tubuhku harus mengucurkan darah pada pertama-tama membuatnya. Tak hanya mainan,sebelumnya seorang sidik tidak mampu berenang. Dan seiring berjalanya waktu aku sering ikut mereka bermain bola di lapangan yang kebetulan lokasinya membelah sungai menjadi dua bagian. Sehinggga untuk mencapainya aku harus menyebrangi sungai terlebih dahulu. Dan pada suatu saat kejahilan temanku terjadi, aku didorong ke tempat yang dalam, namun aku sangat berterima kasih karna aku pun kaget ternyata tubuhku reflek dan aku pun bisa mengambang. Walau hanya mengambang hatiku sudah sangat senang bukan main. Darisitu hoby renangku mulai tumbuh. Hampir setiap hari aku renang di sungai,namun sungai disana tak sebening sungai ciliwung (baca : kebalikan) sehingga aman digunakan untuk bermain oleh anak-anak. Hari demi hari kulalui,aku pun terus mengikuti gaya hidup anak bumiayu hingga akhirnya aku mampu berenang dengan sedikit skill yang bisa diuji saat sungai dalam keadaan banjir sekalipun. Itu adalah beberapa efek positifnya,dibalik itu semua aku mendapatkan dampak negatifnya pula. Disana walaupun aku masih anak SD aku sudah mulai merokok bahkan sesekali aku mencicipi miras maupun menonton bo*ep,hinggga sampai saat ini hanya aku dan beberapa temanku saja yang sudah berhenti melakukanya. Oiya aku disana sekolah di MI Darul Ulum dan siangnya aku sekolah semacam pesantren gitu. Tak lepas dari pelajaran, seorang sidik menorehkan prestasi yang cukup membanggakan disini. Yang awalnya pada kelas V s1 hanya mendapatkan rank ke-2 namun aku sedikit kecewa karena pada s2 aku mendapat rank ke-3 hanya karena seorang wanita :v ya aku tergila-gila padanya sampai aku lupa dia memanfaatkan ku saat ujian. Namun itu semua tak menjadi masalah besar bagiku. Bahkan ketika semua saudaraku menantangku agar menjadi juara satu dan berjanji membelikan apapun yang ku mau jika aku bisa. Jelas,aku sangat tertarik pada tantangan... Pada awal kelas VI aku dan temanku yaitu icha/Alsya Ratu Fandini dan teman lainya ditunjuk untuk mewakili sebuah perlombaan. Awalnya niatku hanya mencari sebuah pengalaman pada lomba tingkat kecamatan sampai akhirnya aku menang dan lanjut ke tingkat kabupaten,aku sangat rajin belajar di rmh guruku yaitu bu Suryani yang kebetulan rumahnya tak jauh dari sungai,aku selalu meminta sepupuku (Gilang) menemaniku belajar di rumah guruku sambil berenang setelahnya. Dan ternyata belajarku tak sia-sia. Aku mendapatkan perstasi dengan menjadi juara 1 Lomba Matematika se kab-Brebes hanya dengan 1 jumlah pertanyaan yang salah ku jawab. Huh lega rasanya,dan prestasiku berlanjut disekolah semua semester di kelas 6 aku tetap pada rank 1 bahkan nem ujian ku termasuk salah satu nem tertinggi di kab.Brebes,lagi-lagi aku memperoleh prestasi.... Hingga berbagai sekolah swasta bergantian datang ke rumahku ehh nenekku, hanya untuk membujukku agar aku mau masuk ke sekolahnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mau memberikan uang saku berapapun ku butuhkan dan tetap sekolah tanpa SPP. Namun ayahku telah berjanji,SMP nanti aku akan pindah ke Bogor lagi. Dan sebagai anak yang baik aku tetap patuh terhadap orang tuaku (ceritanya udah tobat nih).
Aku pun mulai mengikuti gaya hidup anak-anak disana baik yang positif bahkan yang negatifnya,untuk yang positifnya dari yang mulanya membeli mainan disana aku mampu membuat mainan bahkan untuk dijual dan menjadi butir-butir kehidupan bagiku walau ya sering kali bagian tubuhku harus mengucurkan darah pada pertama-tama membuatnya. Tak hanya mainan,sebelumnya seorang sidik tidak mampu berenang. Dan seiring berjalanya waktu aku sering ikut mereka bermain bola di lapangan yang kebetulan lokasinya membelah sungai menjadi dua bagian. Sehinggga untuk mencapainya aku harus menyebrangi sungai terlebih dahulu. Dan pada suatu saat kejahilan temanku terjadi, aku didorong ke tempat yang dalam, namun aku sangat berterima kasih karna aku pun kaget ternyata tubuhku reflek dan aku pun bisa mengambang. Walau hanya mengambang hatiku sudah sangat senang bukan main. Darisitu hoby renangku mulai tumbuh. Hampir setiap hari aku renang di sungai,namun sungai disana tak sebening sungai ciliwung (baca : kebalikan) sehingga aman digunakan untuk bermain oleh anak-anak. Hari demi hari kulalui,aku pun terus mengikuti gaya hidup anak bumiayu hingga akhirnya aku mampu berenang dengan sedikit skill yang bisa diuji saat sungai dalam keadaan banjir sekalipun. Itu adalah beberapa efek positifnya,dibalik itu semua aku mendapatkan dampak negatifnya pula. Disana walaupun aku masih anak SD aku sudah mulai merokok bahkan sesekali aku mencicipi miras maupun menonton bo*ep,hinggga sampai saat ini hanya aku dan beberapa temanku saja yang sudah berhenti melakukanya. Oiya aku disana sekolah di MI Darul Ulum dan siangnya aku sekolah semacam pesantren gitu. Tak lepas dari pelajaran, seorang sidik menorehkan prestasi yang cukup membanggakan disini. Yang awalnya pada kelas V s1 hanya mendapatkan rank ke-2 namun aku sedikit kecewa karena pada s2 aku mendapat rank ke-3 hanya karena seorang wanita :v ya aku tergila-gila padanya sampai aku lupa dia memanfaatkan ku saat ujian. Namun itu semua tak menjadi masalah besar bagiku. Bahkan ketika semua saudaraku menantangku agar menjadi juara satu dan berjanji membelikan apapun yang ku mau jika aku bisa. Jelas,aku sangat tertarik pada tantangan... Pada awal kelas VI aku dan temanku yaitu icha/Alsya Ratu Fandini dan teman lainya ditunjuk untuk mewakili sebuah perlombaan. Awalnya niatku hanya mencari sebuah pengalaman pada lomba tingkat kecamatan sampai akhirnya aku menang dan lanjut ke tingkat kabupaten,aku sangat rajin belajar di rmh guruku yaitu bu Suryani yang kebetulan rumahnya tak jauh dari sungai,aku selalu meminta sepupuku (Gilang) menemaniku belajar di rumah guruku sambil berenang setelahnya. Dan ternyata belajarku tak sia-sia. Aku mendapatkan perstasi dengan menjadi juara 1 Lomba Matematika se kab-Brebes hanya dengan 1 jumlah pertanyaan yang salah ku jawab. Huh lega rasanya,dan prestasiku berlanjut disekolah semua semester di kelas 6 aku tetap pada rank 1 bahkan nem ujian ku termasuk salah satu nem tertinggi di kab.Brebes,lagi-lagi aku memperoleh prestasi.... Hingga berbagai sekolah swasta bergantian datang ke rumahku ehh nenekku, hanya untuk membujukku agar aku mau masuk ke sekolahnya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mau memberikan uang saku berapapun ku butuhkan dan tetap sekolah tanpa SPP. Namun ayahku telah berjanji,SMP nanti aku akan pindah ke Bogor lagi. Dan sebagai anak yang baik aku tetap patuh terhadap orang tuaku (ceritanya udah tobat nih).
Ini Foto Ijazah & Raport :
Oiya di
bumiayu kehidupanku tak lepas dari yang namanya sahabat. Nih nama-nama sahabat
gua :
- Yazid Nur
Iman : Yang ini anaknya bu Hajjah nih,ilmu agamanya luar binasa walau tak
dipungkiri kebandelanya juga luar biasa. Namun ini lah salah satu sosok
yang sudah tobat seperti diriku,yaa bisa dibilang kita udah punya begitu
banyak pengalaman buruk.
- Ikhsan xxxx : gua lupa nama lengkapnya,tapi biasanya gua panggil ikam,entah mengapa tapi memang itulah julukan baginya dari keluarganya. Dia adalah makhluk yang berjiwa keras,tak pernah takut terhadap apapun kecuali cicak. Dia salah satu orang yang pernah mukulin gua pas adaptasi dulu. Namun baiknya luar biasa... Ibunya juga punya warung,gua sering ngutang mie instan disana jika tabunganku sedang kosong song.
- Iqbal xxx : Inipun lupa nama lengkapnya,namun yang satu ini masih sedarah dengan ku. Yaa bisa dibilang saudara... Dia makhluk yang memiliki jiwa petualang sangat tinggi,tak pernah takut untuk hidup sendiri tanpa teman... Dia anak yang paling nurut ama ibunya,kalo maen pun disuruh pulang ya tanpa basa basi langsung pulang.
- Gilang Santoso : nah yang ini sih sepupu gua sendiri,tahun baru kemaren dia baru aja maen ke bogor sama si keyep (bayu) dan si kalem (ajis). Walaupun masih sepupu dia mempunyai kecerdasan yang belum mampu melebihiku hehe namun kesabaranya sangat kuat,jika terjadi sesuatu padaku dialah yang akan membantu ku apapun yang terjadi,walau kadang dia pun sering ku musuhi karena kebiasaanya mencontek tanpa kira-kira :v
- Dimas xxx : ini sepupu gua juga tapi lupa nama lengkapnya. Jiwa wirausahanya mantep,disitulah gua diajarin gimana cara beli ayam kecil,ngerawat ampe gede,dikawinin ama ayam lain dan punya anak lalu dijual kembali... Terus begitu sampai modal yang dikeluarkan akan kembali berlipat-lipat. Oiya atas keberhasilanku memelihara ayam akupun dititipkan 5 buah kambing oleh kakekku,dimana salah satunya adalah milikku. Namun ketika aku pindah kebogor tak ada lagi yang mau merawatnya padahal sudah besar,kakekku sudah tak sanggup akhirnya dijual semua dan aku mendapatkan jatah 500rb. Udah lebih dari cukup lah buat anak smp mah :v
Dan
jujur lagi-lagi aku adalah anak yang paling malas dan terkadang sombong dengan
prestasiku. Jika aku izin belajar ke nenekku,yang kulakukan di luar sana
hanyalah bermain,bermain,dan bermain.. Ya dengan suasana pedesaan nan aman
& tentram hampir setiap hari anak-anak di bumiayu hanya bermain di malam
hari dari ba'da isya hingga jam 12 malam. Ya maklum dari subuh sampai isya kita
punya jadwal sibuk masing-masing,terutama diriku. Gak percaya gua sesibuk apa
pas dulu ? Nih gua ceritain dah....
Tiap
hari gua bangun jam 4 untuk mandi dan sholat subuh,setelah sholat aku dan
anak-anak desaku segera melaksanakan ngaji subuh (sebutan anak bumiayu) di
kampung sebelah,pulangnya jam 6 langsung mandi dan sarapan lanjut pergi ke
sekolah... Pulang sekolah jam 12 tak ada waktu untuk tidur,biasanya waktu itu
digunakan untuk mencuci pakaian dan menjual tanaman hasil panen dari kebun
nenekku, kadang juga aku sesekali disuruh menggiling padi menjadi beras dan
menggiling beras menjadi tepung... Tepat jam 2 aku harus sudah ada di madrasah
untuk mengkaji ilmu agama sampai jam 5. jam 5 kami pulang dan segera mandi dan
makan sore,setelah makan aku sholat maghrib berjama'ah dan setelahnya aku dan
semua anak desaku mengaji sampai waktu isya tiba. Nah ba'da isya barulah kami
dapat bermain ria dan bercengkrama dengan teman-teman... Ya namanya juga main
malam hari yaa,yang namanya ngeliat makhluk jelek mah udah biasa,bahkan aku
sering ke kampung sebelah hanya untuk berburu makhluk tak kasat mata bersama
sepupu ku (gilang) dan teman-temanya walau terkadang ketika pulang hatiku
dipenuhi oleh rasa takut karena harus melewati kebun dan persawahan menuju
rumahku yang memang beda kampung.
Mungkin
itu cerita sidik masa SD yang akan selalu diingat dan tak terlupakan,oiya
disini ada 1 cewe yang selalu ku ingat dia bukan anak orang kaya namun hidupnya
tak pernah kekurangan.. Namanya syifa sebenarnya dia adalah adik kelasku, namun
selain ber-uang dia pun sering dibilang jagoan karena merupakan satu-satunya
wanita dengan pukulan terhebat yang pernah teman-temanku rasakan. Dia orang
yang paling baik,hampir setiap aku masuk madrasah aku tak pernah memegang uang
sepeserpun,dan beliau lah yang selalu menyisihkan uang sakunya padaku.. Tak
hanya uang,dia juga sama seperti gilang yang selalu menjadi pembela ku jika
terjadi suatu hal yang tidak diinginkan (misal mau digebukin anak-anak). Sampai
suatu saat ada temanku yang dendam dan iri denganku, dia melaporkan ku dengan
tuduhan pemalakan terhadap syifa. Sebagai murid yang patuh aku menerima apapun
hukuman yang diberikan oleh guru ku... Dan disitulah aku tertegun,karena syifa
dengan beraninya menarikku ke dalam kelas saat aku dihukum dilapangan,dan ketika
guru itu memarahiku dia menjelaskan dengan sangat tegas (mungkin karena udah
lama kenal ama gurunya kali) bahwa aku sama sekali tak memalaknya,dan dia lah
yang memang merasa iba kepadaku dan kebetulan uang jajanya selalu lebih. Sampai
guru tersebut mencabut hukumanya,dan lagi lagi temanku berulah dia dan teman
lainya sudah siap untuk menggeroyokku. Namun aku punya 2 orang sahabat yg
sekampung denganku (iman & ikam),dua orang yg selalu care (syifa &
gilang) dan tak luput teman-teman gilang membantu diriku hingga perkelahian pun
gagal terjadi karena musuh telah mengetahui resiko menyerang ku. Kebetulan
musuh-musuhku itu sekampung dengan syifa,jadi mereka merasa terancam karena
bisa saja syifa melaporkan hal tersebut kepada ortu masing-masing dan pak RT.
Namun ya namanya juga hidup pasti ada pahitnya... Hingga pada suatu hari kita
dipertemukan pada tempat dan waktu yang bersamaan dimana hanya ada kami
berdua.. (cielah dramatis banget wkwk). Ya hanya ada kami berdua saat itu (aku
dan musuhku) di perbatasan kampung yang hanya disaksikan ribuan padi nan
berjiwa muda yang berada disekitar kami, awalnya niatku ingin mengambil tepung
sepulang madrasah yang telah ku giling dari siang sebelum ku berangkat. Alhasil
perkelahian pun tak bisa dihindari,bagusnya pada saat itu yang terjadi hanya
duel satu vs satu dan yaa seperti pada umumnya tak ada yang menang tak ada yang
kalah,namanya juga berantem bebas tau dari mana kita menang atau kalah ? Emang
ada pointnya kalo mukul bagian tertentu ? B-) Namun aku bukanlah anak yang
cengeng lagi,aku tak pernah mengadu apapun masalahku kepada siapapun baik itu
keluarga,sohib,sepupu,dll. Bagiku masalahku ya masalahku,aku tak ingin ada yang
ikut campur (sok jagoan banget ya? Hihi). Hinggga hari demi hari berlalu dan
apes pun terjadi kedua kali,namun kali ini aku melawan 3 orang dan ya seperti
sebelumnya tak ada yang menang tak ada yang kalah. Namun dari situ aku tau
bahwa yang namanya berantem fisik emang gabakal ada manfaatnya dan apa hasilnya
? Emang dapet piala ? Kecuali kalo terpaksa harus lawan penjahat yaa baru
dipersilahkan berantem tanpa aturan... So ? Amanatnya ya pikir berjuta kali ya
kalo mau berantem ? Untungnya apa ? Terus batas akhir atau titik puasnya tuh
apa ? Sampe mati ? Emang ga pikir panjang kalo musuh sampe kenapa-napa masih
ada urusan yang sangat panjang dibelakangnya ?
Oiya
sekedar tips aja,berantem tuh kalo terpaksa... Tapi Selain melawan penjahat
memang terkadang tak ada pilihan lain selain menghadapi teman yang seperti itu.
Namun ketika mau berantem usahakan tunggu sampai dia yang menghajarmu
dahulu,baru lah kau bisa melawanya karena ya kalo kita mukul duluan pasti
ujung-ujungnya kita yang salah ? Gamau dong disalahin ? Coba pikir deh kenapa
perguruan2 berkelahi disebutnya bela diri ? Ya karna itu tadi,ilmu berantem itu
hanya digunakan untuk melindungi dan melawan,bukan menghakimi :v
Satu
lagi,selain nunggu dihajar kita juga harus tau batasan.. Ya minimal sampe dia
terjatuh kamu harus langsung kabur,jangan sampe dia kenapa-napa dulu baru
kabur... Intinya jangan ambil resiko. Gatau resikonya apa ? Nih dijelasin...
Pertama kaya yg tadi udh dikasih tau,kalo sampe kenapa-napa pasti urusanya
panjang,kedua tau kan sifat manusia itu sama ? Akan melakukan apapun yang bisa
mereka lakukan guna mempertahankan diri saat merasa terancam, bisa saja musuhmu
lebih nekat sehingga dia memanfaatkan benda sekitarnya untuk menghajar mu
bahkan bisa sampe kamu terluka parah. So ? Pikir ulang kalo mau berantem
yaaa...
Back To
Topik...
Sampai
saat ini aku selalu terharu dan sangaaaaat ingin mengucapkan banyak terima
kasih kepada sohib-sohibku dulu. Dimana saat itu aku masih belum mampu berfikir
panjang dan meresapi atas apa yang mereka lakukan terhadap kehidupanku.
Singkat
cerita kami lulus dan aku pun pindah ke bogor.
Cerita
ku di Bogor nanti bisa dilihat di artikel selanjutnya yaa....








Tidak ada komentar:
Posting Komentar