Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 06 Februari 2016

Lagi-lagi Pindah

Setelah menuai beberapa penghargaan terhadap ulah-ulah kecilku aku pun dipindahkan kembali ke depok,tempat nenek dan kakek dari ibuku. Aku melanjutkan sekolah dasar di sana,tepatnya di SDN Cilangkap 3. Sama seperti masa TK ku,aku bukanlah sosok pandai. Namun Namaku tak pernah tersingkir dari Peringkat 5 Besar di kelasku saat itu. 





Namun ku akui keadaan ekonomi keluargaku sangatlah minim. Bila di Bogor aku dibelikan kulkas sebagai hadiah ultah ke 5th. Di Depok ini justru kebalikanya,barang-barang yang sudah menjadi hak milik ayahku semuanya hilang satu persatu menjadi lembaran-lembaran yang konon itulah syarat hidup manusia. Entah mengapa aku sangat tidak tahu diri dengan semakin bringasnya aku tak memperdulikan kedua orang tuaku yang tiada hentinya memperhatikanku. Waktu terus berjalan,Tahun terus berganti,aku pun di khitan. Disitulah aku sadar,ternyata yang orang bicarakan mengenai uang yg di dapat setelah khitan itu banyak hanyalah bullshit semata. Buktinya aku tak menerima uang sebutirpun,namun aku bersyukur punya keluarga yang setia memperhatikanku tanpa kuminta sekalipun. Setelah disunat keaktifanku terus berlanjut. Pada awalnya aku diajak ibuku menemui sodaranya di jakarta yang menikah dengan orang Perancis sana. Saat itu aku baru merasakan nikmatnya naek kereta walau keretanya masih dengan pintu terbuka dan copet dimana-mana. Sesampainya disana,aku bermain ria dengan anak sodara ibuku tersebut. Namanya audrey,walau dia berumur 5th sedikit lebih muda dariku,namun kepandaianya menguasai 3 bahasa (Inggris,Perancis,Indonesia) patut kuacungi jempol. Aku jadi teringat saat renang bersamanya di sebuah kolam yang ada di apartemenya. Saat itu ada orang asing (aku menyebutnya bule) yang bertanya kepada kami,dia menanyakan usia dan nama namun menggunakan bahasa inggris. Audrey dengan mudahnya menjawab,namun aku hanya mampu terdiam sampai audrey membantuku menjawabnya. 

maaf fotonya sedikit blur dan berwarna biru,mungkin karena sudah lama dan pernah kebasahan juga. ketemu aja juga udh untung wkwk. Dan kenang-kenangan dari audrey sebelum dia pindah ke Perancis yaitu pelampung yang dia pakai pada foto diatas. sampe sekarang masih ada dan sering dipake ade gua :v

Dari seringnya kami naik kereta akhirnya ada rasa penasaran tersendiri,aku ingin suatu saat bisa bepergian tanpa harus didampingi orang tua. Hingga keinginan tersebut terwujud setelah 2 sohib ku yaitu Asel/Marcela (Laki2),Didi/R.Hardiatna (Keturunan Kerajaan) memiliki keinginan yang sama setelah ku ceritakan pengalamanku jalan-jalan dengan kereta. Akhirnya kita bertiga pun memboloskan diri dari sekolah saat pelajaran olah raga. Oiya saat itu kami baru kelas 3 SD,setelah beberapa kali kami melakukan hal yang sama dengan berjalan dari kp.Banjaran pucung,cilangkap ke st.depok hanya untuk naek kereta. Akhirnya kami pun mendapatkan pengalaman pahit dimana pada saat itu kereta mogok sangat lama dan uang kami pun habis sampai akhirnya kami pulang sampai ke rumah sekitar jam 22.00 wib. Mungkin wajar untuk diriku saat ini yang telah menginjak masa remaja,namun itu sudah sangat keterlaluan untuk seorang sidik yang masih berumur diabawah sepuluh tahun. Aku pun mendapat predikat Bandel baik dari guruku,keluargaku,teman-temanku,dan teteangga-tetanggaku. Sampai akhirnya aku mempunyai adik kecil nan imut,nah pada saat itulah jiwa seorang kakak tumbuh di diriku. Disitu aku telah berjanji agar cukup diriku saja yang mengalami kerasnya kemiskinan,jangan sampai adikku merasakanya nanti....
Tak lama setelah kelahiran adikku,aku kembali diasingkan ke bumiayu. Namun kali ini aku tidak bersama kedua orang tuaku,melainkan bersama nenek,kakek,dan dua orang bibiku.



Oiya di depok ini ada hal yang sangat aneh yang hampir saja aku lupakan,dimana mitosnya rumah neneku itu termasuk dalam wilayah kerajaan makhluk ghaib yang penjaganya itu bertempat tinggal tepat di pohon bambu depan rumah. Awalnya aku tak percaya terhadap mitos itu,namun pada suatu hari ketika aku dan adikku sedang mengambil tabung gas untuk dibawa ke rumah baruku hal aneh terjadi. Aku menggendong adikku di belakang sambil membawa tabung gas di tangan ku,dan tanpa kusadari ternyata bukan adikku yang ku gendong... Melainkan makhluk aneh,budeg,nan menyebalkan itu yang bersemayam di dalam tubuh adikku. Awalnya kami sekeluarga tak ada yang berpikir aneh,hanya saja tiba-tiba adikku terus menangis tanpa henti namun tak mengucurkan air mata setetes pun.. Dan dia selalu meminta ingin bermain di atap rumah.. 2 jam berlalu adikku tak kunjung diam,beruntung di depan rumahku ada rumah pak ustadz,aku pun diperintahkan ayahku untuk menghubunginya. Walau beliau baru saja ingin beristirahat namun kesabaranya dan kepedulianya sangat patut dicontoh,beliau dengan gesit segera menuju ke rumahku dan ternyata benar saja ! Yang ada di tubuhku itu bukan adikku,melainkan makhluk sebesar pohon beringin nan tinggi layaknya pohon kelapa namun berwajah buruk dan tuli pendengaranya. Rupanya ketika aku mengambil tabung gas adikku sedang bermain-main dengan makhluk tersebut yang kukira dia hanya tertawa-tawa biasa ternyata itulah penyebabnya. BTT ah,sang ustadz berkata roh adikku disembunyikan oleh makhluk itu dan beruntung aku menghubunginya tepat waktu,jika saja aku telat 5 menit saja mungkin jiwa adikku tak mungkin kembali lagi ke raganya. Ustadz pun berjuang keras mati-matian melawan si makhluk tuli tersebut dan berusaha mengembalikan jiwa adikku. Setelah sekitar setengah jam bergelut di alam tak kasat mata,akhirnya adikku pun tersadar dan langsung tertidur pulas. Sementara ibuku menemani adikku aku, ayahku, dan sang ustadz tadi berbincang ria mengenai makhluk itu sambil ngeteh-ngeteh dan makan kacang rebus :D

Jadi ane sebagai warga yang baik hanya mengingatkan,memang yang namanya mitos dan alam ghaib itu sulit dibuktikan kebenaranya.. Namun sudah selayaknya kita sebagai manusia untuk saling menghargai baik kepada makhluk kasat mata,maupun makhluk ghaib. Toh ngga ada salahnya juga kan dan ga rugi juga kan kita saling menghargai. Dan satu lagi terkadang mitos-mitos pun dapat dijelaskan secara logika berdasarkan pengetahuan ilmiah. Oke kembali ke topik,aku pun diasingkan ke bumiayu...

Oiya satu lagi,gua baru inget.. Gua kan di depok tuh males banget sama yg namanya solat n ngaji. Yang dulunya gua apal juz amma dan selalu solat tepat waktu,di depok ini gua malah melupakan semuanya...
Singkat cerita gua dipertemukan pada sebuah waktu yg sudah direncanakan oleh tuhan untuk menurunkan hidayahnya. Ya ayah gua tau di jawa itu agamanya masih sangat kental jadi kalo gua mau dideportasi minimal gua punya bekel bisa solat.
Jadi gini,waktu solat maghrib tiba seperti biasa gua selalu buru2 solat dan buru2 selesai juga wkwk dan bacaanya pun asal2an ,tapi apesnya pada hari itu solat gua disaksikan langsung oleh ayah tercinta dan dia tau kalo gua solatnya gapernah khusyu. Akhirnya dia ngasih hukuman,gua harus solat dengan membaca bacaanya secara lantang seakan akan tes solat di sekolah dan surat yg dibaca pun harus sesuai dengan yang ia tentukan. Gua belom boleh meninggalkan tempat solat sebelom bener2 menyelesaikan tugas dari ayah gua itu. Hingga akhirnya air mata gua gabisa ditahan dan bercucuran dengan derasnya. Entah karena takut, malu, bahkan terharu.. Yang pasti semuanya gua rasakan waktu itu.


Perjalananku di Bumiayu akan dibahas pada artikel selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar