Setelah
menuai beberapa penghargaan terhadap ulah-ulah kecilku aku pun dipindahkan
kembali ke depok,tempat nenek dan kakek dari ibuku. Aku melanjutkan sekolah
dasar di sana,tepatnya di SDN Cilangkap 3. Sama seperti masa TK ku,aku bukanlah
sosok pandai. Namun Namaku tak pernah tersingkir dari Peringkat 5 Besar di
kelasku saat itu.
Namun ku akui keadaan ekonomi keluargaku sangatlah minim.
Bila di Bogor aku dibelikan kulkas sebagai hadiah ultah ke 5th. Di Depok ini
justru kebalikanya,barang-barang yang sudah menjadi hak milik ayahku semuanya
hilang satu persatu menjadi lembaran-lembaran yang konon itulah syarat hidup
manusia. Entah mengapa aku sangat tidak tahu diri dengan semakin bringasnya aku
tak memperdulikan kedua orang tuaku yang tiada hentinya memperhatikanku. Waktu
terus berjalan,Tahun terus berganti,aku pun di khitan. Disitulah aku
sadar,ternyata yang orang bicarakan mengenai uang yg di dapat setelah khitan
itu banyak hanyalah bullshit semata. Buktinya aku tak menerima uang
sebutirpun,namun aku bersyukur punya keluarga yang setia memperhatikanku tanpa
kuminta sekalipun. Setelah disunat keaktifanku terus berlanjut. Pada awalnya
aku diajak ibuku menemui sodaranya di jakarta yang menikah dengan orang Perancis
sana. Saat itu aku baru merasakan nikmatnya naek kereta walau
keretanya masih dengan pintu terbuka dan copet dimana-mana. Sesampainya
disana,aku bermain ria dengan anak sodara ibuku tersebut. Namanya audrey,walau
dia berumur 5th sedikit lebih muda dariku,namun kepandaianya menguasai 3 bahasa
(Inggris,Perancis,Indonesia) patut kuacungi jempol. Aku jadi teringat saat
renang bersamanya di sebuah kolam yang ada di apartemenya. Saat itu ada orang
asing (aku menyebutnya bule) yang bertanya kepada kami,dia menanyakan usia dan
nama namun menggunakan bahasa inggris. Audrey dengan mudahnya menjawab,namun aku
hanya mampu terdiam sampai audrey membantuku menjawabnya.
maaf fotonya sedikit blur dan berwarna biru,mungkin karena sudah lama dan pernah kebasahan juga. ketemu aja juga udh untung wkwk. Dan kenang-kenangan dari audrey sebelum dia pindah ke Perancis yaitu pelampung yang dia pakai pada foto diatas. sampe sekarang masih ada dan sering dipake ade gua :v
Dari seringnya kami
naik kereta akhirnya ada rasa penasaran tersendiri,aku ingin suatu saat bisa
bepergian tanpa harus didampingi orang tua. Hingga keinginan tersebut terwujud
setelah 2 sohib ku yaitu Asel/Marcela (Laki2),Didi/R.Hardiatna (Keturunan
Kerajaan) memiliki keinginan yang sama setelah ku ceritakan pengalamanku
jalan-jalan dengan kereta. Akhirnya kita bertiga pun memboloskan diri dari
sekolah saat pelajaran olah raga. Oiya saat itu kami baru kelas 3 SD,setelah
beberapa kali kami melakukan hal yang sama dengan berjalan dari kp.Banjaran
pucung,cilangkap ke st.depok hanya untuk naek kereta. Akhirnya kami pun
mendapatkan pengalaman pahit dimana pada saat itu kereta mogok sangat lama dan uang
kami pun habis sampai akhirnya kami pulang sampai ke rumah sekitar jam 22.00
wib. Mungkin wajar untuk diriku saat ini yang telah menginjak masa remaja,namun
itu sudah sangat keterlaluan untuk seorang sidik yang masih berumur diabawah
sepuluh tahun. Aku pun mendapat predikat Bandel baik dari
guruku,keluargaku,teman-temanku,dan teteangga-tetanggaku. Sampai akhirnya aku
mempunyai adik kecil nan imut,nah pada saat itulah jiwa seorang kakak tumbuh di
diriku. Disitu aku telah berjanji agar cukup diriku saja yang mengalami
kerasnya kemiskinan,jangan sampai adikku merasakanya nanti....
Tak lama
setelah kelahiran adikku,aku kembali diasingkan ke bumiayu. Namun kali ini aku
tidak bersama kedua orang tuaku,melainkan bersama nenek,kakek,dan dua orang
bibiku.
Oiya
di depok ini ada hal yang sangat aneh yang hampir saja aku lupakan,dimana mitosnya
rumah neneku itu termasuk dalam wilayah kerajaan makhluk ghaib yang penjaganya
itu bertempat tinggal tepat di pohon bambu depan rumah. Awalnya aku tak percaya
terhadap mitos itu,namun pada suatu hari ketika aku dan adikku sedang mengambil
tabung gas untuk dibawa ke rumah baruku hal aneh terjadi. Aku menggendong
adikku di belakang sambil membawa tabung gas di tangan ku,dan tanpa kusadari
ternyata bukan adikku yang ku gendong... Melainkan makhluk aneh,budeg,nan
menyebalkan itu yang bersemayam di dalam tubuh adikku. Awalnya kami sekeluarga
tak ada yang berpikir aneh,hanya saja tiba-tiba adikku terus menangis tanpa
henti namun tak mengucurkan air mata setetes pun.. Dan dia selalu meminta ingin
bermain di atap rumah.. 2 jam berlalu adikku tak kunjung diam,beruntung di
depan rumahku ada rumah pak ustadz,aku pun diperintahkan ayahku untuk
menghubunginya. Walau beliau baru saja ingin beristirahat namun kesabaranya dan
kepedulianya sangat patut dicontoh,beliau dengan gesit segera menuju ke rumahku
dan ternyata benar saja ! Yang ada di tubuhku itu bukan adikku,melainkan
makhluk sebesar pohon beringin nan tinggi layaknya pohon kelapa namun berwajah
buruk dan tuli pendengaranya. Rupanya ketika aku mengambil tabung gas adikku
sedang bermain-main dengan makhluk tersebut yang kukira dia hanya tertawa-tawa
biasa ternyata itulah penyebabnya. BTT ah,sang ustadz berkata roh adikku
disembunyikan oleh makhluk itu dan beruntung aku menghubunginya tepat
waktu,jika saja aku telat 5 menit saja mungkin jiwa adikku tak mungkin kembali
lagi ke raganya. Ustadz pun berjuang keras mati-matian melawan si makhluk tuli
tersebut dan berusaha mengembalikan jiwa adikku. Setelah sekitar setengah jam
bergelut di alam tak kasat mata,akhirnya adikku pun tersadar dan langsung
tertidur pulas. Sementara ibuku menemani adikku aku, ayahku, dan sang ustadz
tadi berbincang ria mengenai makhluk itu sambil ngeteh-ngeteh dan makan kacang
rebus :D
Jadi ane
sebagai warga yang baik hanya mengingatkan,memang yang namanya mitos dan alam
ghaib itu sulit dibuktikan kebenaranya.. Namun sudah selayaknya kita sebagai
manusia untuk saling menghargai baik kepada makhluk kasat mata,maupun makhluk
ghaib. Toh ngga ada salahnya juga kan dan ga rugi juga kan kita saling
menghargai. Dan satu lagi terkadang mitos-mitos pun dapat dijelaskan secara
logika berdasarkan pengetahuan ilmiah. Oke kembali ke topik,aku pun diasingkan
ke bumiayu...
Oiya
satu lagi,gua baru inget.. Gua kan di depok tuh males banget sama yg namanya
solat n ngaji. Yang dulunya gua apal juz amma dan selalu solat tepat waktu,di
depok ini gua malah melupakan semuanya...
Singkat
cerita gua dipertemukan pada sebuah waktu yg sudah direncanakan oleh tuhan
untuk menurunkan hidayahnya. Ya ayah gua tau di jawa itu agamanya masih sangat
kental jadi kalo gua mau dideportasi minimal gua punya bekel bisa solat.
Jadi
gini,waktu solat maghrib tiba seperti biasa gua selalu buru2 solat dan buru2
selesai juga wkwk dan bacaanya pun asal2an ,tapi apesnya pada hari itu solat
gua disaksikan langsung oleh ayah tercinta dan dia tau kalo gua solatnya
gapernah khusyu. Akhirnya dia ngasih hukuman,gua harus solat dengan membaca
bacaanya secara lantang seakan akan tes solat di sekolah dan surat yg dibaca pun harus sesuai dengan yang ia
tentukan. Gua belom boleh meninggalkan tempat solat sebelom bener2
menyelesaikan tugas dari ayah gua itu. Hingga akhirnya air mata gua gabisa
ditahan dan bercucuran dengan derasnya. Entah karena takut, malu, bahkan
terharu.. Yang pasti semuanya gua rasakan waktu itu.
Perjalananku
di Bumiayu akan dibahas pada artikel selanjutnya...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar